Wednesday, June 24, 2009

PRIX MAHAR SCHUTZENBERGER 2009


Tahun ini, penghargaan atau Prix Mahar Schutzenberger diberikan kepada dua lauréats, yaitu Mbak Yosmina TAPILATU dan Mas Eko Budi KURNIAWAN. Félicitations !!! :)

Tuesday, June 23, 2009

Studium General Dr. Sri Mulyani Indrawati


"To reform is to change, firstly, our behavior, our old bad culture..."

Indonesia di OECD memiliki status "enhanced engagement" dan dalam konteks dunia tanpa batas atau "borderless world" seperti sekarang ini, masyarakat dunia terfokus pada masalah-masalah yang menjadi commmon concerns, seperti climate change...

Begitulah Dr. Sri Mulyani Indrawati, atau yang akrab disapa Mbak Ani ini, memulai acara ramah tamah dan tatap muka dengan masyarakat Indonesia yang ada di Paris. Gaya bicara yang lugas, khas seorang dosen, dengan aksen Jawa dan penggunaan bahasa campur aduk Indonesia dan Bahasa Inggris. Maklum, doktor lulusan Amerika Serikat ini memang biasa menyampaikan pidato di forum-forum internasional dan biasa menghadapi klien dari berbagai bangsa. Ditambah, banyak terminologi ekonomi yang lebih pas digunakan tanpa harus dipadankan dengan bahasa Indonesia, yang terkadang kurang pas.

Terkait masalah Krisis Ekonomi Dunia sebagai tema sentral ceramahnya malam itu, Ibu Ani mengkritisi kondisi dunia saat ini, khususnya dalam kacamata seorang pakar ekonomi. Krisis ekonomi global membawa dampak kepada hampir seluruh negara, tidak terkecuali negara-negara Eropa. 

Yang terjadi kemudian adalah ekspansi, imitasi dan inovasi sistem ekonomi Amerika Serikat yang dinilai kuat dan hebat sehingga sangat menarik untuk diikuti. Ketika China mencapai kemajuan pesat ekonominya, dunia pun melirik negara tersebut dan mencoba meniru, padahal pada saat yang bersamaan sesungguhnya China tengah meniru AS. China meraih apa yang disebut "surplus ekonomi" dari ekspor barang-barangnya ke luar negeri, dari yang bermutu rendah sampai yang berkualitas.

Pada saat Indonesia mengalami krisis tahun 1997/1998, negara-negara lain di dunia justru tengah booming economy. Mengapa Indonesia terkena krisis? Karena Indonesia tidak prudent, tidak hanya secara ekonomi tetapi juga politik, lalu praktik "borrowing" ke luar negeri yang dilakukan oeh pihak swasta dengan fixed exchange rate. Ketika satu institusi bank rusak, maka muncul risiko sistemik, "kliring" dan dampak lain yang menjalar ke bank-bank lainnya (sifat contagious, "domino effects").

Sementara itu AS, sang raksasa ekonomi dunia, dengan kebijakan moneter yang rileks, seperti misalnya "bubble technonolgy" yang dipopulerkan oleh Alan Greenspan, tidak tergoyahkan oleh serangan terorisme, seperti 911. Ketika neraca keuangan AS keropos, hal itu terjadi karena ada masalah pada lembaga keuangannya, bukan karena terorisme.

Indonesia, dianggap sebagai "late comer" karena krisis ekonomi yang panjang ditambah sederet krisis di aspek politik, legal-formal, dst. Yang terjadi adalah "massive bankruptcy" tanpa adanya legal solutions! Dengan kata lain, Indonesia adalah negara yang baru bangkit dari "shock" di mana muncul berbagai institusi baru, seperti misalnya Mahkamah Konstitusi. 

Indonesia is "legally" in crisis. Tiba-tiba banyak institusi baru dan undang-undang baru. Kita pun banyak mengadopsi konsep asing, dengan interpretasi yang juga beragam.
Memahami Indonesia haruslah dengan titik pandang kekinian; Indonesia dengn new face, new setting...

Ibu Ani kemudian mengutarakan dua hal utama yang harus diterusakan dalam hal kebijakan ekonomi makro. Presiden, Menkeu dan DPR, harus bekerjasama dalam hal; 
1) menyusun undang-undang APBN (as a policy choice) dan,
2) perbaikan birokrasi


Inti dari perjalanan panjang reformasi bangsa Indonesia, sesungguhnya harus dimulai dari mengubah perilaku dan kebiasaan-kebiasaan buruk yang telah mengakar pada masyarakat secara keseluruhan dan pada pribadi-pribadi yang memegang amanah dalam suatu institusi, pada khususnya....
  

Bravo Tim Angklung dan Gamelan Bali!!!

Fete de la Musique 2009
Warga Paris Jatuh Cinta pada Gamelan dan Angklung Indonesia
Eddi Santosa - detikNews

Warga Paris main gamelan di Fete de la Musique
Warga 'kota cinta' Paris, terpikat oleh pertunjukan gamelan dan angklung Indonesia di kawasan Jardin du Luxembourg (Taman Luksemburg, red). 

Pada sesi interaktif, mereka bahkan antre ingin memainkannya bersama-sama pemain gamelan Indonesia.
  
Pertunjukan yang digelar pada 21/6/2009 sebagai partisipasi dalam acara Fete de la Musique (Hari Musik Dunia) itu merupakan hasil kerjasama KBRI Paris dengan Restoran Indonesia Paris dan didukung oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) setempat.

"Pada umumnya warga Paris sangat mengapresiasi pertunjukan bernuansa tradisional Indonesia, yang sangat unik jika dibandingkan dengan pertunjukan-pertunjukan lainnya," Sekretaris III Pensosbud Gustaf Sirait kepada detikcom, Senin sore kemarin. 

Indonesia sengaja mengambil lokasi di lingkungan Restoran Indonesia Paris, di kawasan Jardin du Luxembourg, yang berdekatan dengan salah satu pusat acara dan konsentrasi massa Fete de la Musique.

"Diharapkan partisipasi Indonesia semakin menggugah keingintahuan masyarakat Paris akan kekayaan budaya dan wisata Indonesia," demikian Gustaf.

Fete de la Musique merupakan festival musikal tahunan yang dicetuskan oleh Menteri Kebudayaan Perancis Jack Lang (1982) dan digelar setiap 21 Juni. 

Festival ini mengambil bentuk pertunjukan dan konser tanpa dipungut biaya, yang menampilkan berbagai genre musik oleh artis dan musisi, baik amatir ataupun profesional di berbagai tempat publik, seperti di area gedung pemerintahan, taman, dan jalan-jalan.

Sejak awal penyelenggaraannya, festival ini sukses sebagai sarana efektif bagi semua orang untuk mengekspresikan diri dalam berbagai jenis musik. Sekarang, festival ini telah menyebar ke lebih dari 100 negara di dunia.
(es/es) 

SUMBER: http://www.detiknews.com/read/2009/06/23/125942/1152563/10/warga-paris-jatuh-cinta-pada-gamelan-dan-angklung-indonesia

Monday, June 22, 2009

Undangan Temu Muka dengan Menkeu RI

Undangan temu muka dan makan malam dengan Menteri Keuangan RI
 
Undangan

Kedutaan Besar Republik Indonesia
Paris


Kepada Yang Terhormat
Masyarakat Indonesia
di
P A R I S


U N D A N G A N
361/Und/VI/2009


Bersama ini dengan hormat, kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara untuk menghadiri acara pertemuan dengan Ibu DR. Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan/Plt. Menko Perekonomian RI, yang akan dilaksanakan pada :

Hari/Tanggal : Selasa, 23 Juni 2009
Pukul : 18.30 – selesai 
Tempat : Gedung Balai Budaya KBRI Paris
47-49, rue Cortambert 75116 Paris

Demikian undangan ini disampaikan, atas perhatian dan kehadiran Bapak/Ibu/Saudara kami ucapkan terima kasih

Paris, 19 Juni 2009

ttd,

Maruli Tua Sagala
KUAI RI

Thursday, June 18, 2009

CAFE DEMOCRATIE 2

JUMAT 19 JUNI 2009
18.30-SELESAI
BALAI BUDAYA KBRI PARIS

Monday, June 15, 2009

PARIS TRAVELING GUIDE AND TIPS!!!

1. BAGAIMANA MENUJU PARIS SETIBANYA DI BANDARA CDG?
2. ADAKAH TEMPAT YANG BISA SAYA INAPI 1-2 MALAM SELAMA SAYA DI PARIS? ATAU ADAKAH HOTEL YANG MURAH MERIAH NAMUN FASILITASNYA CUKUP BAIK?
3. DI MANAKAH SAYA BISA MEMBELI SUVENIR KHAS PARIS YANG MURAH MERIAH?
4. TEMPAT ATAU OBJEK WISATA APA SAJA YANG WAJIB DIKUNJUNGI SELAMA SAYA DI PARIS? 

Saturday, June 13, 2009

TADABUR ALAM 2009

Alhamdulillaahirabbil 'alamiiin...

Pada hari Sabtu, 13 Juni 2009 telah berlangsung dengan baik acara TADABUR ALAM 2009 untuk anak-anak dan remaja. Acara PPI Paris yang didukung penuh oleh PERMIIP ini diketuai oleh mas Bowie Brotosumpeno, dan diikuti 20 orang anak dan remaja. Acaranya seru, dimulai dengan pembagian kelompok yang masing-masing harus menyiapkan yel-yel bersama, lalu berpetualang ke 5 pos permainan yang menguji kekompakan, kreativitas dan pengetahuan umum tentang diri sendiri dan alam sekitar. Keseluruhan rangkaian acara ini pada intinya mengajarkan kita pada esensi hidup ini: merangkai dan menguatkan hubungan kita dalam tiga dimensi (dengan Sang Pencipta, dengan manusia lain dan dengan alam)...

Semoga acara ini dapat menjadi kenangan manis bagi adik-adik kita, dan kepada seluruh panitia, terima kasih banyak untuk kerja keras dalam persiapan dan pelaksanaan acara ini... 

Jazakallaahu khairan katsiiraan...

Thursday, June 11, 2009

Carnaval Tropical de Paris

KBRI PARIS bekerjasama dengan PPI PARIS akan berpartisipasi dalam acara kompetitif 
dengan menampilkan mobil hias, diikuti défilé angklung dan pertunjukkan TARI KECAK.

Berminat gabung? Latihan TARI KECAK tiap Sabtu jam 16-18 di Balai Budaya KBRI PARIS.

Hidup Indonesia!!!! :)

La Fête de la Musique

Tim ANGKLUNG PPI PARIS akan berpartisipasi dalam acara FETE DE LA MUSIQUE 2009... 

Latihan tiap Sabtu dan Minggu, 14-16, KBRI PARIS. 


Tuesday, June 2, 2009

DUKUNG GRACE SARI YSIDORA DI ROLLAND GARROS!!!

Maju Terus Grace!


Haru. Itu kesan pertama saya melihat Grace Sari Ysidora, gadis bertubuh mungil kelahiran 11 Mei 1993,  kala ia berlaga di kejuaraan tenis yunior ROLLAND GARROS. Membawa nama Indonesia, di arena internasional, seorang diri, tanpa ditemani keluarga ataupun pelatih. Benar-benar mandiri. Benar-benar pahlawan sejati.

Hari pertama, Minggu 31 Juni, kami antri membeli tiket sejak pukul 9 pagi. Lama tak bergeser barisan sedikitpun juga. Hingga hampir 2 jam, panitia mengumumkan bahwa tiket "SOLD OUT". Ah bagaimana mungkin tiket bisa habis terjual untuk partai pertandingan pemain-pemain yunior, yang belum dijagokan bahkan mungkin belum dikenal publik. Pasti ini ulah para calo dan permainan orang dalam. 

Hari kedua, kami kembali mengantri, kali ini lebih pagi, 8.30. Namun setelah 1 jam lebih, kembali diumumkan bahwa tiket tak bersisa. Oh la la! Satu-satunya harapan terakhir adalah menghubungi Grace, sang atlet yang akan bertanding ganda, berpasangan dengan petenis Oman. Setelah berkirim SMS beberapa kali dengan Grace, dia akhirnya bisa mendapatkan 7 tiket gratis, yang sebenarnya adalah tiket untuk pemain, yang ia kumpulkan dari teman-temannya. Alhamdulillaah, bisa masuk Rolland Garros!

Teriknya mentari di Paris saat itu cukup membuat tubuh lemas, apalagi Grace dapat giliran tanding di penghujung hari, baru mulai jam 8 malam! Maka kami pun menikmati beberapa pertandingan yunior lain dan menjelang sore, duduk-duduk di taman mencari kesejukan. 

Saat yang ditunggu-tunggu tiba. Menyaksikan secara langsung aksi Grace yang berduet dengan petenis yunior dari Oman, melawan duet Rusia. Deg-degan sepanjang pertandingan berlangsung, namun juga terpukau pada permainan yang didominasi Grace dari awal hingga akhir, namun sekali bola berada di tangan duet Rusia, mereka mengejar angka hingga akhirnya unggul. Sedih! 

Salut Grace! Kekalahan ini adalah kemenangan yang tertunda. Aku yakin kamu akan datang lagi, lebih kuat dan lebih percaya diri. Selamat melanjutkan perjuangan di Wimbledon dan turnamen2 lain. Maju terus GRACE!!!