Wednesday, April 8, 2009

Café Démocratie

Le 4 avril 2009, Balai Budaya KBRI Paris, 15-18.

 

Meminjam kosakata "Café" dari "Café Géopolitique" yang diadakan satu bulan sekali oleh Redaksi Jurnal Ilmiah Hérodote dan Questions Internationales demi menciptakan suasana santai à la café dan mempertemukan masyarakat umum dengan personil akademik, jurnalistik, dsb, PPI Perancis dan PPI Paris menggelar acara "CAFE DEMOCRATIE"; bincang-bincang seputar pemilihan umum, golput, masa depan demokrasi Indonesia, dsb, yang diramu dengan penampilan violis, pianis dan flutis (Lila, Bimo, Anami, Nana) yang membawakan kemewahan musik klasik dalam suasana dan audiens yang sungguh sederhana. 

 

Tak dipungkiri, presentasi François Raillon, menjadi menu utama CAFE DEMOCRATIE, walaupun porsi waktu untuk apresiasi musik jauh lebih besar dari presentasi itu sendiri. Tutur bahasa dan pilihan kata yang sangat apik, dengan logat Bahasa Indonesia bagai penutur asli, Pak François menjabarkan pentingnya posisi Indonesia di dunia, terkait dengan konteks demokrasi dan pelaksanaan pemilu sebagai ejawantah konsep demokrasi itu sendiri. 

Draft

No comments:

Post a Comment